Merpati Juara - Merpati kolong atau burung dara kolong, sejak dulu terkenal dengan kecepatan, ketangkasan, serta kemampuan navigasinya saat terbang. Tak heran burung yang berasal dari keluarga Columbidae ini memiliki banyak penggemar, tak terkecuali di Indonesia.
Tidak hanya sebagai hewan peliharaan, kini semakin banyak orang yang menggunakan merpati untuk menambah pundi-pundi penghasilannya. Salah satunya adalah merpati kolongan yang beberapa tahun belakangan ini sedang menjadi trend di kalangan pecinta burung merpati.
Pada lomba merpati bawah, peserta harus melepaskan burung merpati jantan pada jarak yang telah ditentukan. Burung yang mendarat lebih dulu melalui dasar dengan bantuan para joki dinyatakan sebagai pemenang.
Burung merpati yang kerap menjuarai lomba, dijamin harganya makin mahal, bahkan hingga nilainya fantastis. Burung jenis pemenang ini kerap menjadi incaran para kolektor dan pecinta burung merpati yang tak segan-segan mengeluarkan uang.
"(Harganya) jutaan, bahkan bisa puluhan juta, tergantung kinerja kualitas burung yang menjuarainya," kata salah satu panitia merpati kolongan di sela-sela lomba di lapak BAH 1, Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (22/11/2020).
Menurutnya, lomba merpati selalu mendapat antusias dari para pecinta merpati. Semakin besar hadiah yang ditawarkan, semakin banyak pula peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, bahkan dari luar daerah.
Misalnya event motor mio (berhadiah) bisa 300 burung atau peserta. Semakin besar acaranya, pengunjung yang datang juga dari berbagai daerah seperti Tegal, Pekalongan, Lampung dan Jabodetabek, ”ujar salah satu panitia.
Untuk biaya pendaftaran, tergantung besar kecilnya acara yang diadakan. Untuk hadiah berupa motor Yamaha Mio misalnya, peserta dikenai biaya sebesar Rp. 80 ribu, Yamaha Nmax Rp. 125 ribu, mobil baru Rp. 250 ribu, dan mobil second Rp. 150 ribu.
“Acara ini rutin setiap dua minggu sekali, pada hari Sabtu dan Minggu. Ini juga silaturahmi yang baik antara penghobi dan pecinta burung merpati dari dalam dan luar kota,” jelasnya.
Ia menjelaskan, melatih burung merpati agar bisa dilatih dan menjadi juara tidaklah terlalu sulit. Burung cukup dimandikan dan dijemur secara teratur, diberi pakan berkualitas dan vitamin penunjang.
“Untuk dilapak kolongan, ketangkasannya dilatih agar mapan dan punya tenaga untuk bertanding,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung kegiatan para penghobi burung merpati, khususnya dalam acara kelompok burung merpati. Ajang yang hanya ada di Indonesia ini diyakini bisa menjadi daya tarik wisata yang bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar.
"Sedikit banyak dapat menciptakan lapangan kerja untuk orang-orang yang saat ini belum dapat pekerjaan, serta menghidupkan pedagang-pedagang kecil di sekitar lapak kolongan," imbuhnya.
Hobi Saat Masih Anak-Anak
Salah satu kontestan mengungkapkan kegembiraannya dalam beternak burung yang telah dipraktekkan sejak ia masih kecil.
“Sejak kecil saya sudah memelihara burung merpati. Kakak saya bermain, saya bermain. Untuk burung merpati di bawah, sejak tahun 2012 saya sudah mulai bermain merpati,” ujarnya.
Berbeda dengan hewan peliharaan lainnya, menurutnya merpati bisa diimbangi dengan kelincahan dan kecepatannya saat terbang. Hal ini membuatnya semakin tertarik memelihara burung merpati yang jumlahnya mencapai puluhan.
“Untuk pemeliharaan rutin kasih makan saja, tidak setiap hari bersihkan kandang. Di kandang terbuka, jadi dijemur sendiri,” ujarnya.
Dengan perawatan dan pelatihan yang rutin, ia mengaku burung miliknya sudah terlatih dan sering dilombakan. Bersama timnya yang bernama "SUGOI", ia sering mengikuti lomba merpati di berbagai daerah.
“Kontes maksimal tujuh pasang. Kadang juara, kadang tidak, namanya juga hiburan,” ucapnya.
Comments
Post a Comment